Showing posts with label takdir. Show all posts
Showing posts with label takdir. Show all posts

Saturday, December 5, 2009

PMDK UI

et et, bentar..... walau judulnya PMDK UI, bukan berrti gua yang dapet PMDK nya nyong... gua hanya ingin memberi selamat pada mereka-mereka yang mendapat kesempatan PMDK Ui di 68. okee, here all teh stars :

Kategori IPA :

1. Juniarto Jaya Pangestu (Juni)
yah, memang, tidak dirgukan lagi kalo dia pasti dapet pmdk, terdewa diantara yang terdewa. pertamanya sih dia gak mau ngambil karena dia maau ambil IT ITB, tapi setelah dia pikir-pikir cukup lama, akhirnya ia mengambil fakultas kedokteran UI.

2. Sonny Theo Thumbur
yah, terdewa kedua di 68 memang layak mendapatkannya. tapi dia gak ngambil karena udah positif hamil, wets salah, positif ambil ITB maksud ane

3. Ralf Maruli Damanik
yah, ralf, pertama tau dia di xii ipa 4 gua kira dia gak dewa-dewa amat, habis kelakuannya gak kayak dewa, terus kadang males ngerjain tugas. eh gaktaunya dia memang dewa juga walau gak sedewa 2 orang diatas yang sudah disebut. selamat ralf! dia mengabil tekhnik industri UI.

4. Romy Sukma Bangsa
yah, romy sang juara OSN Astronomi ini juga layak mendapatkannya, karena dia sudah bekerja keras untuk itu. dari kelas X memang sudah pintar ini anak. behhh.... pertaamaanya dia ambil kedokteran UI, tapi kata guru BK kalo dari 1 sekolah ada 2 orang yang ngambil jurusan yang sama, kemungkinan 22nya gak diterima, lagian juga berdasarkan nilai kata guru BK romy kalah sama Juni. alhasil dia gaak ambil.

5. Yuniarosa Widya Kusuma
yah nia, gak gua sangaka dia bakal dapet juga. memangs ih dia lumayan pintar, tapi kalo menurut gua ga terlalu menonjol. tapi walau bagaimanapun gua hargai keraajinannya itu yang mengantarkan dia pada PMDK. dia ambil FKG UI.

6. Arsallah Putra
yoi, ketua kelas gua ini dapet PMDK. dari dulu dia bilangnya sih bakal ambil ITB, tapi begitu dia tau dapet PMDK akhirnya dia ambil juga tuh pmdk. dia ambil Tekhnik Kimia UI.

7. Rachyandi Nurcahyadi
yap, randy, oraang yang juga dewa dan sangat sangaat cerdas. taapi cuma satu kelemahannya, yaitu malesssss. kalo dia mau rajin belajar, mengurangi waktu main, dan mau serius, gua rasa dia bakal bisa sejajar sama Juni dan Sonny deh, serius. dia ambil Metalurgi UI.

8. Temmy Surya Kurniawan
ya, temmy, yang diam-diam belajar melulu. anak yang super rajin dan pintar. walau gak dewa-dewa amt, dia emang laayak dapet. pertamaanya maau ambil metalurgi, tapi karena udah keduluan randy, dia tolak pmdk.

9. Rachmat Panduwinata
yap, pandu atau yang lebih akrab dipanggil mamat ini juga dapet. dia temen les nf gua. kata orang-orang sih dia emang pinter. tapi gua gak sangka dia masuk 10besar seangkaatan juga. kalo dipikir-pikir ngeri juga yah diem-diem menghanyutkan. dia ambil FK UI juga, gak takut kalah sama Juni.

10. Laode Muhammad Hajarullah
yah, haja, dia juga dapet, walau gak pernah sekelas yang gua tau dia emang pinter udah dari kelas X. dia ambil tekhnik kimia juga kayak arsal.

dan karena ada yang gak ambil, jadi jatah jatuh ke tangan :

11. Anggi Paramitha Siregar
yoi, anggi, si cilik super cerdas ini dapet karena sonny gak ambil. dia ambil farmasi UI.

12. Alfa Surya Perdhana
betul, alfa sang ketua osis. tak disangka-sangka pula dia masuk peringkat atas seangkatan walau memang dia sangat pintar, apalagi biologi dan matematika. karenaa dia mau masuk ITB, lagi-lagi ada yang tak mengambil. dapet karena temmy gak ambil.

13. Ragra Ryano
yak, ragra, dapet jatah dari alfa yang dapet jatah dari temmy. dia emang pinter. kadang-kadang gak masuk buat belajar di rumah seharin, agak freak juga. dia ambil tekhnik industri UI, saingan sama Ralf.

14. Socio Jiwapatria
yoi, osi, karena romy gak ambil, osi dapet jatah. tapi si osi ini mau masuk ITB, jadinya dia gak ambil PMDK.

15. Khairu Nuzula
ya, iru, walau slengean, tpi di kelas X dia memang pintar, terutama dalam bidang hafalan macem biologi. biologi terdewa lah. Karena dapet jataah dari osi yang dapet jatah dari romy, dia ambil. akhirnya dia ngaambil tekhnik bioproses UI.



IPS :

wah, kalo IPS gua gaktau kabar-kabarnya, tapi yang pasti, gua tau mereka yang dapet :

Devina Anindita (devin)

Iedo Radityo (iedo)

Fike Kireina (fike)

Rizki Juliansyah (ju)

Ravi Garibaldi Akbar (ravi)

Natasya Andrea Putri (nata)

Indra Mardhika Putra (indra)

Nurana Sekar Lestari (sekar)


terus, katanya si Nata
gak ambil, jadinya jatoh ke Julian ferdiansyah. Dan katanya, karena devina gak confirm-confirm dan ditambah dia lagi sakit, jadi BK dengan seenaknya memberi jatahnya ke Arieska Ovtaria (rieska)



jadi, sekali lagi gua ucapkan pada kalian yang sudah diakui dan dipercayakan oleh sekolah untuk mengambil PMDK, semoga kalian sukses di kedepannya! selamat untuk Juni, Sonny, Ralf, Nia, Arsal, Haja, Iru, Anggi, Randy, Mamat, Fike, Arieska, Iedo, Ravi, Indra, Sekar, Ju, Julian. sukses buat kalian semua! insya alllah kita bakal ketemu di UI ! amin.... hahaha....


cabut aaaahh.....

Wednesday, September 23, 2009

Sekilas saja

Ya, maaf udah lama gak ngepost.
Saya sedang mudik, udah berangkat dari tanggal 17 kmaren, jadi gak sempet" ngepost karena berbagai alasan (baca : alibi)

ngepost tentang apa saja yang terjadi selama gue mudik entaran aja yah, kalo di komputer aja hehe, soalnya ini quick post lewat hape =_="

gue cuma mau cerita, kan gue mudik ke madiun, trus gue diajakin ke sarangan bareng sodara" gue (kesannya banyak, padahal cuma 4)

jadi waktu gue kesana, itu ramai skali. Tapi gue udah bilang kalo apa saja yang terjadi bakal gue post ntar, jadi to the point aja.

Gue beli pulsa disana, datang ke sebuah kios toko.

Gue : mas, ada pulsa im3 yang 25 gak yah?

Penjual : bentar ya mas (membuka rak, membuka buku, nanya ke mbak", kira" 5menit)

penjual : mbak, pulsa indosat yang 25 ada gak?

Mbak" penjual : gak ada, adanya yang 10!! (teriak gak nyantai dari jauh)

penjual : gak ada mas, adanya yang 10... (dikiranya gue gak dnger teriakan dasyhat itu)

gue : oh yaudah

penjual : elektrik aja ya, voucernya abis

gue :..,...... Yaudah dh, lama gak ya?

Mbak" penjual : (tiba-tiba) kalo elektrik sekarang paling nyampenya agak lama!! (dngan teriak juga)

gue : yah yaudah deh mas gak usah, makasih ya.

Dan ternyata dsana gue menunggu selama kira" 20 menit tanpa mendapat apa".
Setelah gue keluar, gue liat ternyata nama kiosnya "SABAR MENANTI"
wah sinkron sekali.....


*cabuuuutt....

Tuesday, September 8, 2009

Takdir

Takdir.....
Ya, takdir. .

Takdir menentukan jalan hidup manusia.
Dalam konteks kehidupan gue, gue telah mengalami banyak takdir, baik yang bersifat postif maupun negatif.

Sebagai contoh, memang sudah takdir gue untuk masuk sma 68, tidak sma 8 maupun 81 begitu juga 61 dan 28, walaupun nem gue waktu itu mencukupi untuk masuk sma-sma tersebut.
Maaf, bukannya mau nyombong, tapi emang beneran.

Takdir gue pertama kali masuk 68 adalah masuk kelas X-1. Itu sudah menjadi takdir gue untuk berteman dengan para penghuni X-1. Gue ambil contoh Alfa Surya Perdhana yang biasa dipanggil Alfa (kbetulan namanya blom muncul di blog gue), sudah takdirnya untuk menjadi ketua kelas X-1.
Tapi takdir juga bisa berubah.
Alfa yang sekarang menjadi ketua OSIS, itu juga merupakan takdir, tapi andai kata dulu dia memutuskan untuk tidak mengikuti OSIS, maka dia sudah merubah takdirnya.

Juga sudah takdir gue untuk masuk IPA, tapi ini bukan merupakan takdir yang sudah ditentukan dari awal, melainkan takdir yang terbentuk akibat dari yang gue lakukan sewaktu kelas X, seperti berhasil untuk tidak remed pelajaran IPA, mengerjakan tugas-tugas, dan lain sebagainya.

Di kelas XI, juga sudah takdir yang ditentukan buat gue untuk duduk sebangku dengan Temmy. Hal ini dikarenakan gue dateng telat. Tapi andaikata waktu itu gue mencoba untuk tidak datang telat, gue bisa merubah takdir gue waktu itu. Tapi bukan berarti gue duduk dengan Temmy adalah takdir negatif.

Takdir lainnya adalah masalah pertemanan. Gue bisa berteman bahkan bersahabat dengan orang-orang macam Ihsan, Mail, Emir, Rera, Nr, Nurul, Ipeh, Ririn, Aya, dll karena takdir yang telah menempatkan gue untuk duduk di kelas XI IPA 2 dan dapat bertemu dengan orang-orang seperti mereka.
Tapi itu semua tidak terlepas dari usaha-usaha gue untuk mencoba berinteraksi dengan mereka dan mencoba untuk menjadi teman yang terbaik untuk mereka.
Andaikata gue hanya bertemu dengan Ipeh, kemudian jarang ngobrol dengannya, maka tentu saja dia tidak akan menjadi sohib gue, melainkan menjadi teman atau kawan pada umumnya saja.

Salah satu pembuka kunci takdir gue itu adalah Nurul. Kenapa begitu? Ya, dapat dikatakan berkat dialah gue bisa mempererat hubungan pertemanan gue dengan Emir, Mail, Ipeh, dan Sasa.
Nurul duduk sebelah Emir, di depan Nurul ada Mail, di belakang Nurul ada Ipeh dan Sasa. Gue duduk sblah Temmy, dan di depan kami ada NR dan Aya. Nah, Nurul suka numpang di tempat gue untuk makan bekal bareng Nr dan Aya, yang mengakibatkan gue duduk sebelah Emir, dan biasanya berkelanjutan hingga bel pulang. Mungkin itu salah satu faktor mengapa Emir Mail Ipeh dan Sasa menjadi sohib gue, dan ini tidak terlepas dari takdir.
Contoh lain adalah Ririn, yang ternyata rumahnya juga di Cijantung, yang membuat gue bisa balik bareng dia, melakukan perjalanan pulang naik transjakarta.


Tetapi di saat naik kelas, tidak mungkin kami semua dapat sekelas lagi, hanya kemungkinan kecil saja. Dan di antara kemungkinan kecil tersebut, 2 sohib gue yaitu Ihsan dan Rera, mendapat kelas yang sama dengan gue, dan ini juga merupakan takdir untuk gue.

Di kelas XII IPA 4, yang berisi anak-anak dewa semua, memang sudah takdir gue berada di kelas itu untuk bersaing dengan para dewa.
Dengan keterlambatan gue datang saat tahun ajaran baru di kelas XII, takdir memutuskan gue untuk duduk di belakang, dan sudah takdir untuk menjadi teman dekat dengan teman di belakang seperti Dimas Imam Ariefianto, Christian Natalie, Vanya Wilhelmina, Risha Emyta, Khairu Nuzula, dan yang lain.
Andaikata gue tidak datang terlambat, mungkin takdir berkata lain, yang membuat gue harus duduk di tengah atau di depan, tentu saja dengan suasana dan teman belajar yang berbeda. Mungkin gue bisa lebih dekat dengan Fakhrul, Ralf, Arsal, Melly, Hida, Neila, Tika, Anggi, dan Bela jika gue duduk di barisan tengah.
Tapi semua itu sudah ditakdirkan buat gue. Dan yang menentukan hanya Allah SWT, yang dapat gue rubah jika gue berusaha.
Untuk sementara, gue senang dengan takdir yang sudah gue jalani hingga kini. Bertemu dengan teman" yang unik, bersahabat dengan banyak teman baik dari satu kelas maupun beda kelas.
Terima kasih ya Allah atas apa yang sudah kau takdirkan pada ku.
Jika boleh minta, buatlah takdir saya untuk melanjutkan kuliah di Tehknik Perminyakan ITB, kemudian sukses, dan menikah dengan wanita yang baik cantik dan pintar, kalau bisa ya yang lagi saya incer itu, hehe....


Udah ah, daritadi bahasanya sok-sok an.
Cabut yah.