Happy new year! May this year brings so much happiness for us!
I've just received some happy new year greetings from my friend via SMS yesterday.
And i've selected them, which I think is the best greet, here they are :
Sorted by categories :
1. Category : 'Asik Abis' (score : 9.5+)
Iru : friend! i see the sky burning frm fireworks in the attic. As the last of 2009 i'll be damned if i didn't be thankful for all laughter, joy and story we had. so thnk you for the wonderful time in 2009 and lets have another in 2010 :D
Ps : kembang api launhcer th bukan bong. Itu bahaya loh
Fike : Dear friend..
Thanks for creating smiles on my face, Thanks for filling my empty days
I'm glad to meet u this year!
Hope we'll never forgot each other @ 2010 in our own new ways! :D
2. Category 'Mantep' (score : 9.0-9.49)
Dazen : In welcoming this new year, we begin a new start in all things in our life. And as our life continues, a new memory we will gain. And from those memories, a meaningful life we will achieve.
Thanks for all the memories in 2009. Let us create some better ones in this year.
Happy new year 2010!
Dazen. -Your friend now, yesterday, and forever.
3. Category 'Ajib' (score : 8.50-8.99)
Yoga : HAPPY NEW YEAR 2010!
in this big moment,let we make great plans .i hope,those would be reached as long as with good effort and pray.
Thanks friend :-) i owe u ;-)!
Putra : 2010 telah ada d dpn mata,dan 2009 akan kta tnggalkan sbntar lg
apa yg telah dcapai,adlah bonus sdgkan apa yg mghadang itu adalah tjuan hidup kta
jadikan thun dpan mnjadi tahun penuh tantangan dan wujudkan cita2 serta harapan
slamat tnggal 2009...
Say welcome to 2010...
Nite n HappyNEWYEAR!!
Lele : My wishes in 2010
god gives you
12 month of happiness
52 weeks of fun
365 days success
8760 hours good health
52600 minutes good luck
3153600 seconds of joy
HAPPY NEW YEAR 2010! C:
4. Category 'Nice gan' (score : 8.20-8.49)
Nyokap : Met th baru ya, smoga sukses slalu, tercpai apa yg adik cita2kn & menjd anak yg sholeh. Amin. Huuuaah.,:-)
Vera : Slamat tahun br teman2. Smoga Tuhan memberi berkahnya untk membantu kta menghadapi Ujian2-Nya di tahun ini ;-).
Dhika : Happy New Year 2010
maafin gue yaa kalo ada salah di taun '09, trimakasih uda jd temen gue slama ini . hehe
harapan dn doa smoga o1o lulus 100% dn smua masuk universitas trbaik yg di cita"kan .. amiin
thx for all !
Rahmi : This is the year that we waiting for : 2010. Wish we get happier and greater life. All that we wanted are we can reach our goals. God bless you. Huppy Nu Yeaa !
Alvina : Semoga semua di 2010 adalah yang terbaik. Mudah2an lulus dan masuk perguruan tinggi yg diinginkan. Amien
happy new year, all!
Sonny : Happy New Year. Wonder to see the new you my friend.
Take care.
*sonny
5. Category 'gakmau repot, okelah tapi'
(Score : 7.81-8.19)
Kakak : SELAMAATT TAHUUN BARUUU ...
Smoga tahun 2010 lbh baik dr tahun kmrn. AMIINN.
Hida : Happy new year buddy! :D
Sopi : Happy new year, may all our wishes that incomplete in 2009 can complete in 2010 :)
Nurul : HAPPY NEW YEAR!
May God grant all our wishes this year
Anggi : Happy nĂ¼ yeeeear
Khalisa : Hey Hey Hey! Happy New Year! Wish you all the best in the year 2010! ^_^
Risa : Happy new year
Semoga taun depan lbh baik dr taun ini
:D
5. Category 'maksa, tapi bolehlah'
(Score : 7.80)
Juni : Sebntar lg pk 11.57.48 Jumat 1 Januari 2010...
So, selamat tahun baru!
Bowo : Slamat taun baru ! haha. g bsa bkin ucpan gw. hehe.
Rera : Pada cupu nih ga ngirim taun baru, tp berhubung gue kebanyakan pulsa jadi gue buang2 pulsa dgn mengucapkan happy new year! yg menurut gue ga pnting jg sih haha
6. Category 'yah cuma ngebales, bikin dong' (score : 7.6)
Tape : Amin . Sama2 ya .
Happy new year 2010
Anis : Happy new year too eris.. :D
Anggi IPS : amin. okelah, slmt taun baru jg ya
Dekha : Slamat taun bru jg ya ris! :-)
Emir : Wah, thanx ya ris. I will not forget
Alfa : Amiin.
sm2 vis, have a good luck in this new year ya!
Bangkit : Selamat tahun baru jg!!
Ardita : sama samaaaaa eriiiisss. may our life will be much better than before :D
Nando : Sama2, semoga di tahun 2010 makin sukses & makin keren
Nissa : Makasih juga ya eris .
happy new year too
Sisanya yang gak bales atau gak ngirim gak nape dah, mungkin malas, mungkin gak ada pulsa, mungkin udah ganti status di fb, atau mungkin ngetweet.
And this is my own greet for those who I considered as my best friend :
Thanks for your help, joke, and loyality in the last year. Hope this coming year give us the best that can make us happy. Thanks for being such a nice and great friend in 2009. Glad to have you as my best friend, pal!
Happy new year 2010!
-eris-
(Recipients : rera, lele, mail, emir, bowo, vanya, iru, ebe, jahe, putra, indah, ririn, doni, disas, devin, alvina, cobek, dimas, fike, hida, ipeh, nurul, nr, khalisa, olin, afid)
And for those who hasn't received that message but I considered them as my friend, I've sent this for them :
Happy new year friends! Thx for your help in the last year.
May this coming year give us the best. Amin.
Eris
****
Sudah ah, thanks buat yg ngirim, smoga taun dpan kita sukses semua. Daritadi sok2an english, maap kalo ada yg salah.
Cabuut...
Showing posts with label ipeh. Show all posts
Showing posts with label ipeh. Show all posts
Saturday, January 2, 2010
Tuesday, September 8, 2009
Takdir
Takdir.....
Ya, takdir. .
Takdir menentukan jalan hidup manusia.
Dalam konteks kehidupan gue, gue telah mengalami banyak takdir, baik yang bersifat postif maupun negatif.
Sebagai contoh, memang sudah takdir gue untuk masuk sma 68, tidak sma 8 maupun 81 begitu juga 61 dan 28, walaupun nem gue waktu itu mencukupi untuk masuk sma-sma tersebut.
Maaf, bukannya mau nyombong, tapi emang beneran.
Takdir gue pertama kali masuk 68 adalah masuk kelas X-1. Itu sudah menjadi takdir gue untuk berteman dengan para penghuni X-1. Gue ambil contoh Alfa Surya Perdhana yang biasa dipanggil Alfa (kbetulan namanya blom muncul di blog gue), sudah takdirnya untuk menjadi ketua kelas X-1.
Tapi takdir juga bisa berubah.
Alfa yang sekarang menjadi ketua OSIS, itu juga merupakan takdir, tapi andai kata dulu dia memutuskan untuk tidak mengikuti OSIS, maka dia sudah merubah takdirnya.
Juga sudah takdir gue untuk masuk IPA, tapi ini bukan merupakan takdir yang sudah ditentukan dari awal, melainkan takdir yang terbentuk akibat dari yang gue lakukan sewaktu kelas X, seperti berhasil untuk tidak remed pelajaran IPA, mengerjakan tugas-tugas, dan lain sebagainya.
Di kelas XI, juga sudah takdir yang ditentukan buat gue untuk duduk sebangku dengan Temmy. Hal ini dikarenakan gue dateng telat. Tapi andaikata waktu itu gue mencoba untuk tidak datang telat, gue bisa merubah takdir gue waktu itu. Tapi bukan berarti gue duduk dengan Temmy adalah takdir negatif.
Takdir lainnya adalah masalah pertemanan. Gue bisa berteman bahkan bersahabat dengan orang-orang macam Ihsan, Mail, Emir, Rera, Nr, Nurul, Ipeh, Ririn, Aya, dll karena takdir yang telah menempatkan gue untuk duduk di kelas XI IPA 2 dan dapat bertemu dengan orang-orang seperti mereka.
Tapi itu semua tidak terlepas dari usaha-usaha gue untuk mencoba berinteraksi dengan mereka dan mencoba untuk menjadi teman yang terbaik untuk mereka.
Andaikata gue hanya bertemu dengan Ipeh, kemudian jarang ngobrol dengannya, maka tentu saja dia tidak akan menjadi sohib gue, melainkan menjadi teman atau kawan pada umumnya saja.
Salah satu pembuka kunci takdir gue itu adalah Nurul. Kenapa begitu? Ya, dapat dikatakan berkat dialah gue bisa mempererat hubungan pertemanan gue dengan Emir, Mail, Ipeh, dan Sasa.
Nurul duduk sebelah Emir, di depan Nurul ada Mail, di belakang Nurul ada Ipeh dan Sasa. Gue duduk sblah Temmy, dan di depan kami ada NR dan Aya. Nah, Nurul suka numpang di tempat gue untuk makan bekal bareng Nr dan Aya, yang mengakibatkan gue duduk sebelah Emir, dan biasanya berkelanjutan hingga bel pulang. Mungkin itu salah satu faktor mengapa Emir Mail Ipeh dan Sasa menjadi sohib gue, dan ini tidak terlepas dari takdir.
Contoh lain adalah Ririn, yang ternyata rumahnya juga di Cijantung, yang membuat gue bisa balik bareng dia, melakukan perjalanan pulang naik transjakarta.
Tetapi di saat naik kelas, tidak mungkin kami semua dapat sekelas lagi, hanya kemungkinan kecil saja. Dan di antara kemungkinan kecil tersebut, 2 sohib gue yaitu Ihsan dan Rera, mendapat kelas yang sama dengan gue, dan ini juga merupakan takdir untuk gue.
Di kelas XII IPA 4, yang berisi anak-anak dewa semua, memang sudah takdir gue berada di kelas itu untuk bersaing dengan para dewa.
Dengan keterlambatan gue datang saat tahun ajaran baru di kelas XII, takdir memutuskan gue untuk duduk di belakang, dan sudah takdir untuk menjadi teman dekat dengan teman di belakang seperti Dimas Imam Ariefianto, Christian Natalie, Vanya Wilhelmina, Risha Emyta, Khairu Nuzula, dan yang lain.
Andaikata gue tidak datang terlambat, mungkin takdir berkata lain, yang membuat gue harus duduk di tengah atau di depan, tentu saja dengan suasana dan teman belajar yang berbeda. Mungkin gue bisa lebih dekat dengan Fakhrul, Ralf, Arsal, Melly, Hida, Neila, Tika, Anggi, dan Bela jika gue duduk di barisan tengah.
Tapi semua itu sudah ditakdirkan buat gue. Dan yang menentukan hanya Allah SWT, yang dapat gue rubah jika gue berusaha.
Untuk sementara, gue senang dengan takdir yang sudah gue jalani hingga kini. Bertemu dengan teman" yang unik, bersahabat dengan banyak teman baik dari satu kelas maupun beda kelas.
Terima kasih ya Allah atas apa yang sudah kau takdirkan pada ku.
Jika boleh minta, buatlah takdir saya untuk melanjutkan kuliah di Tehknik Perminyakan ITB, kemudian sukses, dan menikah dengan wanita yang baik cantik dan pintar, kalau bisa ya yang lagi saya incer itu, hehe....
Udah ah, daritadi bahasanya sok-sok an.
Cabut yah.
Ya, takdir. .
Takdir menentukan jalan hidup manusia.
Dalam konteks kehidupan gue, gue telah mengalami banyak takdir, baik yang bersifat postif maupun negatif.
Sebagai contoh, memang sudah takdir gue untuk masuk sma 68, tidak sma 8 maupun 81 begitu juga 61 dan 28, walaupun nem gue waktu itu mencukupi untuk masuk sma-sma tersebut.
Maaf, bukannya mau nyombong, tapi emang beneran.
Takdir gue pertama kali masuk 68 adalah masuk kelas X-1. Itu sudah menjadi takdir gue untuk berteman dengan para penghuni X-1. Gue ambil contoh Alfa Surya Perdhana yang biasa dipanggil Alfa (kbetulan namanya blom muncul di blog gue), sudah takdirnya untuk menjadi ketua kelas X-1.
Tapi takdir juga bisa berubah.
Alfa yang sekarang menjadi ketua OSIS, itu juga merupakan takdir, tapi andai kata dulu dia memutuskan untuk tidak mengikuti OSIS, maka dia sudah merubah takdirnya.
Juga sudah takdir gue untuk masuk IPA, tapi ini bukan merupakan takdir yang sudah ditentukan dari awal, melainkan takdir yang terbentuk akibat dari yang gue lakukan sewaktu kelas X, seperti berhasil untuk tidak remed pelajaran IPA, mengerjakan tugas-tugas, dan lain sebagainya.
Di kelas XI, juga sudah takdir yang ditentukan buat gue untuk duduk sebangku dengan Temmy. Hal ini dikarenakan gue dateng telat. Tapi andaikata waktu itu gue mencoba untuk tidak datang telat, gue bisa merubah takdir gue waktu itu. Tapi bukan berarti gue duduk dengan Temmy adalah takdir negatif.
Takdir lainnya adalah masalah pertemanan. Gue bisa berteman bahkan bersahabat dengan orang-orang macam Ihsan, Mail, Emir, Rera, Nr, Nurul, Ipeh, Ririn, Aya, dll karena takdir yang telah menempatkan gue untuk duduk di kelas XI IPA 2 dan dapat bertemu dengan orang-orang seperti mereka.
Tapi itu semua tidak terlepas dari usaha-usaha gue untuk mencoba berinteraksi dengan mereka dan mencoba untuk menjadi teman yang terbaik untuk mereka.
Andaikata gue hanya bertemu dengan Ipeh, kemudian jarang ngobrol dengannya, maka tentu saja dia tidak akan menjadi sohib gue, melainkan menjadi teman atau kawan pada umumnya saja.
Salah satu pembuka kunci takdir gue itu adalah Nurul. Kenapa begitu? Ya, dapat dikatakan berkat dialah gue bisa mempererat hubungan pertemanan gue dengan Emir, Mail, Ipeh, dan Sasa.
Nurul duduk sebelah Emir, di depan Nurul ada Mail, di belakang Nurul ada Ipeh dan Sasa. Gue duduk sblah Temmy, dan di depan kami ada NR dan Aya. Nah, Nurul suka numpang di tempat gue untuk makan bekal bareng Nr dan Aya, yang mengakibatkan gue duduk sebelah Emir, dan biasanya berkelanjutan hingga bel pulang. Mungkin itu salah satu faktor mengapa Emir Mail Ipeh dan Sasa menjadi sohib gue, dan ini tidak terlepas dari takdir.
Contoh lain adalah Ririn, yang ternyata rumahnya juga di Cijantung, yang membuat gue bisa balik bareng dia, melakukan perjalanan pulang naik transjakarta.
Tetapi di saat naik kelas, tidak mungkin kami semua dapat sekelas lagi, hanya kemungkinan kecil saja. Dan di antara kemungkinan kecil tersebut, 2 sohib gue yaitu Ihsan dan Rera, mendapat kelas yang sama dengan gue, dan ini juga merupakan takdir untuk gue.
Di kelas XII IPA 4, yang berisi anak-anak dewa semua, memang sudah takdir gue berada di kelas itu untuk bersaing dengan para dewa.
Dengan keterlambatan gue datang saat tahun ajaran baru di kelas XII, takdir memutuskan gue untuk duduk di belakang, dan sudah takdir untuk menjadi teman dekat dengan teman di belakang seperti Dimas Imam Ariefianto, Christian Natalie, Vanya Wilhelmina, Risha Emyta, Khairu Nuzula, dan yang lain.
Andaikata gue tidak datang terlambat, mungkin takdir berkata lain, yang membuat gue harus duduk di tengah atau di depan, tentu saja dengan suasana dan teman belajar yang berbeda. Mungkin gue bisa lebih dekat dengan Fakhrul, Ralf, Arsal, Melly, Hida, Neila, Tika, Anggi, dan Bela jika gue duduk di barisan tengah.
Tapi semua itu sudah ditakdirkan buat gue. Dan yang menentukan hanya Allah SWT, yang dapat gue rubah jika gue berusaha.
Untuk sementara, gue senang dengan takdir yang sudah gue jalani hingga kini. Bertemu dengan teman" yang unik, bersahabat dengan banyak teman baik dari satu kelas maupun beda kelas.
Terima kasih ya Allah atas apa yang sudah kau takdirkan pada ku.
Jika boleh minta, buatlah takdir saya untuk melanjutkan kuliah di Tehknik Perminyakan ITB, kemudian sukses, dan menikah dengan wanita yang baik cantik dan pintar, kalau bisa ya yang lagi saya incer itu, hehe....
Udah ah, daritadi bahasanya sok-sok an.
Cabut yah.
Subscribe to:
Posts (Atom)