Sunday, April 4, 2010

sahabat part 2

masih dengan topik yang sama, sahabat.
sebenernya apa sih pengertian dari sahabat dan kenapa seorang teman bisa disebut sahabat?

tanpa maksud dan tujuan yang jelas, gue nanya ke beberapa orang tentang hal diatas dan ini jawabannya :

tape : seseorang yang bener-bener ada disaat lo susah ataupun senang

vanya : seseorang yang dimana dia bisa ngertiin dan ada pada setiap saat

rera : seseorag yang membuat lo merasa nyaman berada di dekatnya dan sering menghabiskan waktu bersamanya

iru : kesamaan nasib

ayas : sahabat itu seseorang yang gak takut sahabatnya marah cuma karena ia bicara jujur, intinya atas dasar keterbukaan dan kejujuran

anggi : orang yang gak peduli lo siapa, lo lagi dalam keadaan kayak gimana, dia bakal tetep ada buat lo dan gak bakal berubah. orang yang disaat lo ada masalah jd orang yg bisa diandalkan, orang yang pertama kali terpikir oleh lo untuk lo sms/telpon/samperin buat curhat, orang yang rela berkorban buat lo dikala waktu tidur, jam istirahat, dll, dan orang yang selalu berusaha ngebuat lo bangkit disaat down, yang paling ngerti lo deh

miran : seseorang yang akan selalu berbagi sama lo disaat senang/bahagia dan akan selalu peduli sama lo saat lo senang ataupun sedih juga

vera : kalau dia bisa diandalkan, suka bikin ketawa, dan apa adanya walau dia gak selalu ada buat kita. dan dia bisa diajak gila.

lele : mereka yang nerima lo apa adanya, siap ngebantu dan siap dengerin apa yang lo omongin

berdasarkan jawaban orang-orang freak diatas, gue menarik kesimpulan bahwa, sahabat itu adalah seseorang yang dimana ia selalu ada untuk ngebantu lo dan dia selalu berbagi hal apapun baik senang maupun sedih.
persepsi yang cukup umum menurut gue.

gw juga pernah baca di majalah apa gitu, persahabatan itu dimulai ketika munculnya kaalimat "lo suka itu juga? sama dong kita"

walaupun gak 100% benar, tapi pasti pernyataan diatas ada benarnya juga. sebagai contoh, biasanya seseorang bersahabat dengan orang lain tidak mungkin tanpa sebab yang jelas, pasti ada suatu benang yang menghubungkan mereka sehingga mereka bersahabat, entah itu takdir atau apa, yang jelas, salah satu faktor pendukungnya pastilah hobi. tidak salah jika ada pernyataan makin banyak hobi yang ku miliki, maka makin banyak pula teman yang kau miliki,

tapi gw sendiri bingung, apa yang sebenernya membuat seseorang dengan temannya menjadi sangat dekat. apakah itu sudah diatur oleh yang Maha Kuasa, atau bagaiamana saya sendiri kurang mengerti.

Entah, akhir-akhir ini gw sering memikirkan hal-hal eperti itu, semisal hubungan gw dengan orang lain, apakah dengan si A atau si B membaik, ataukah tetap, atau malah menurun.

Kalo kata rera, sahabat itu bisa membuat lo nyaman berada di sekitarnya dan sering menghabiskan waktu bersamanya. oke, itu merupakan penjelasan yang gw bilang sangat baik. kenapa? karena memang kalau dipikir, itu hal yang bisa dibilang sudah pasti. gak mungkin seseorang yang membuat lo gak nyaman lo anggap sebagai sahabat juga kan?. Dan sering menghabiskan waktu bersama, kalo menurut gue, itu lebih ke faktor pembentuk sahabat. karena, maakin lo sering bersama seseorang, maka hubungan lo akan mendekat dengan sendirinya.

Tapi kadang, lo pasti pernah bertanya, "apakah dia sudah menganggap gw sebagai sahabat?", biasannya pertanyaan seperti ini muncul ketika lo udah menganggap seeorang sebagai sahabat lo. Tapi, entah gimana lo nggak pernah berusaha buat nanya ke orang tersebut. agak aneh juga.

jujur, gw sendiri masih gak ngerti gimana bedain orang yang menganggap kita sahabat atau tidak, dan begitu juga menganggap orang itu sahabat kita atau bukan.
kalo memang mau jujur lagi, semua nama yang gw cantumkan dalam labels pada blog ini, biasanya orang tersebut sudah gue anggap sebagai sahabat, meskipun memang ada yang 3-5 orang bukan sahabat, melainkan teman dekat.
tapi apakah rasanya agak terlalu egois untuk menjudge orang itu sahabat kita atau bukan, sedangkan kita tidak tau orang tersebut menganggap kita sebagai apa?
rasa-rasanya memang aneh, tapi memaang begitu kenyataannya bukan?

gue ambil contoh rera, gue udah nganggep dia sebagai sahabat, dan memang, gue tau kalo dia juga nganggep gue sahabatnya.
lain cerita sama vanya dan bowo. jujur, gue udah nganggep mereka sebagai salah satu sahabat terbaik gw, karena kalo gw kenapa2 kadang gw minta tolong mereka dan kalo mereka kenapa2 juga minta tolong sama gue.
tapi gue enggak tau kan, apakah mereka nganggep gue juga sebagai sahabat atau tidak, ataukah cuma sekedar teman dekat biasa? yang namanya anggapan itu relatif. tergantung dari sudut pandang mana orang lain melihat kita sebagai sosok yang seperti apa dan bagaimana.
mau sebagus apa usaha lo kalo memang dari awalnya seseorang udah menjudge kita sebagai sosok yang buruk, maka untuk kedepannnya pastilah sulit untuk memulihkannya, sama halnya jika dari awal kita sudah dipandang sebagai sosok yang menyenangkan, maka untuk kedepannya pastilah tidak tterlalu sulit bagi kita untuk meningkatkan hub.pertemanan.

kalo kata dimas, seseorang jadi deket sama seseorang biasanya terjadi karena adanya suatu event yang mendukung. Event disini maksudnya bukan acara atau apalah, tapi suatu kejadian. Event tersebut biasanya memiliki makna tersendiri yang dimana jika bertepatan dengan waktu, kondisi, dan pembicaraan pelakunya, maka event tersebut akanlah menjadi suatu momen penting dimana lo bisa menapaki jalan untuk menjadi seseorang yang lebih dekat dengan yang lo ajak bicara tersebut.
semisal, lo berteman cukup baik dengan seseorang yang sebut saja 'X'. lalu entah bagaimana, lo dihadapkan dengan situasi dimana hanya ada lo dan si X ini saja yang dimana terbukalah saat untuk saling berbincang.
biasanya disaat seperti ini, perasaan seseorang untuk membuka hatinya kepada orang lain menjadi lebih besar, dimana dari hanya sebuah momen kecil seperti itu, dapat membuat sebuah hubungan persahabatan besar yang insya Allah akan terjalin selamanya.
Mungkin ini juga salah satu yang dimaksud dengan takdir kali ya? mau bagaimana juga, semua yang terbaik untuk kita sudah ditetapkan oleh Allah. tergantung bagaimana kita merawat dan mengelolanya. apakah suatu saat akan menjadi sesuatu yang hebat ataukah menjadi sesuatu yang biasa saja atau bahkan sesuatu yang terbengkalai.

semua yang ada di kehidupan ini pastilah ada hikmahnya. kita hanya cukup bersabar dan terus saja berjalan sesuai apa kataa hati kita masing-masing.

dan satu lagi, yang namanya sahabat, pasti nggak akan kemana..hahaha


******

udehan ah, agak capek juga ngetik. mana daritadi bahasanya sok-sokan banget lagi wakakak sampah. cabut aaahh~

10 comments:

  1. menurut gue kalo lo merasa sahabat sm seseorang lo ga akan takut kehabisan bahan pembicaraan sm dia, krn bahkan disaat lo diem2an ga ada perasaan ga nyaman.
    cerita beneran=true story
    haha

    ReplyDelete
  2. Hem, alasan yang cukup bagus. Sip sip, masuk akal.

    ReplyDelete
  3. kalo liat dari penjelasan temen-temen kamu, saya kok malah menangkap seperti ini ya
    sahabat = sebuah hasil dari proses saling memanfaatkan satu sama lain (inget bagian yang "sahabat selalu ada buat lo di saat senang maupun susah dan bla..bla..bla..) dimana proses tersebut berlangsung secara intens sehingga dua orang tersebut merasa tidak bisa kalau tidak ada seseorang yang mereka sebut "sahabat" itu.
    Yah, sahabat tidak hanya sekedar itu kawan. Sahabat berlandaskan ketulusan, integritas, keterbukaan, dan komitmen. Mereka yang menganggap seseorang menjadi sahabat dengan mudahnya, sesungguhnya, bukanlah sahabat dalam arti sebenarnya.
    Oh iya, saya juga sedang mengalami saat dimana saya merasa menganggap seorang sebagai sahabat, tetapi saya tidak tahu apakah orang tersebut menganggap saya sebagai sahabatnya atau hanya sekedar teman "biasa" saja. Saya pun tidaj tahu harus bagaimana dengan orang tersebut. Saya hanya terus melakukan hal-hal yang bisa memposisikan saya sebagai seseorang yang dianggapnya sebagai sahabat.

    Saya hanya bisa menyarankan kepada kamu, janganlah mempermasalahkan hal ini terlalu dalam. Toh suatu saat nanti kamu juga akan mengetahui apa esensi dari sahabat itu sendiri seiring dengan pengalaman-pengalaman yang kamu dapatkan sampai kamu dewasa nanti. Jadi, fokus saja dengan apa yang kamu hadapi saat ini, tetapi jangan berhenti menulis ya!

    ReplyDelete
  4. Haha sungguh suatu kata2 yang bijak tuan anonim hehe, makasih atas commentnya.
    Sering2 berkunjung dan jangan lupa tulis nama ya wkakak

    ReplyDelete
  5. ah, bukannya tadi lo bilang anonim itu elo ris? wakaka

    kalo menurut gue, sahabat itu orang dimana kita menaruh kepercayaan sama dia. kita bisa deket, bisa jalan bareng, bisa cerita, pasti garagara kita percaya kan sama dia? tapi kalo menurut gue, sahabat ga harus selalu ada kapanpun. justru sahabat itu orang yang (harusnya) pasti tau menempatkan dirinya kapan dia harus ada dan kapan dia harus menarik diri sesaat. agak menyimpang ya hehe

    ReplyDelete
  6. Risha : haha komennya mantep juga, coba kalo waktu itu gw nanya lu juga haha. Keep commenting rish hahah

    ReplyDelete
  7. natasya andrea putriApril 6, 2010 at 5:22 PM

    hmm, hal yang cukup bagus untuk dibicarakan. sahabat ya? susah juga ya. gue punya 2 orang yang gue anggap sahabat, dan mereka juga nganggep gue sahabat. tapi kita sekarang udah ga jalan bareng lagi. bahkan gue ga terlalu banyak membeberkan rahasia gue dan curhat ke mereka. Bapak Ervisa Mahditiaramakiris Lamon, apa itu masih bisa dianggap sahabat? (kok jadi curhat)

    ReplyDelete
  8. risha : kok comment lo diapus?

    Nata : jangan ngasal bikin nama orang lain -..-
    Selama dia masih peduli dan kalian masih menganggap satu sama lain adalah sahabat, ya kalian tetap sahabat. Mungkin begitu nat hehe

    ReplyDelete
  9. ga! bahkan gue gapernah ngapus komen gue!

    ReplyDelete
  10. Sblomnya sempet ngilang rish serius. Aneh ya haha maap maap

    ReplyDelete